Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menghidupkan Literasi dari Café, The Twilight Cafe Majene Bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Majene Menggelar Launching dan Dialog Literasi Bertema “Literasi dan Senja”

Kafe Jadi Ruang Berliterasi, Menyulut Literasi Warga Kabupaten Majene dari Kafe, [Majene]. Aroma kopi yang dulu hanya menemani obrolan ringan, kini berbaur dengan halaman buku dan diskusi serius di salah satu kafe yang ada di Kabupaten Majene. The Twilight Café yang berdomisili di pusat kota Majene, mencoba menggelandang raga dan menghibahkan diri dalam dunia literasi. Tidak tanggung-tanggung The Twilight Café berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Majene mengagendakan sejumlah kegiatan literasi yang akan di laksanakan selama tahun 2026.

Komitmen penguatan budaya literasi di Kabupaten Majene terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Ini terlihat nyata Dalam salah satu kegiatan Dialog Literasi bertajuk “Literasi dan Senja” yang digelar di The Twilight Cafe and Resto, Minggu (24/5/2026), Direktur Utama PT. Hijau Lestari Group sekaligus owner dari The Twilight Café, Rahmat K. AR yang juga sebagai inisiator kegiatan literasi ini, tampil menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi membangun masyarakat yang cerdas dan berkarakter. Lebih lanjut Rahmat menilai, bahwa literasi menjadi kebutuhan penting dan krusial dalam dunia kerja modern sekarang ini serta menyebut inisiatif ini sebagai model literasi kontekstual yang dibutuhkan saat ini. “Perpustakaan tetap penting, tapi kita tidak bisa menunggu pembaca datang ke kita. Kalau orang berkumpul di kafe, maka bawa bukunya ke kafe.

Wakil Bupati Majene, Hj. Andi Rita Mariani, dalam sambutannya turut menegaskan bahwa Majene memiliki identitas sebagai kota pendidikan yang melahirkan banyak sumber daya manusia unggul. Beliau berharap kegiatan literasi tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. “Majene adalah kota pendidikan dan bisa dikatakan lumbungnya orang-orang cerdas. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berlalu begitu saja, tetapi mampu memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan kolaboratif antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kab. Majene bersama The Twilight Cafe and Resto tersebut menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan, pegiat literasi, akademisi, hingga unsur pemerintah daerah. Dalam Kegiatan tersebut dilaksanakan Launching Literasi yang ditandai dengan penandatangan MoU antara The Twilight Café dan Dinas Perpustakaan Majene untuk pengembangan literasi dengan mengusung berbagai kegiatan literasi. Kegiatan launching tersebut juga dibarengi dengan dialog literasi dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Majene, Ilhamsyah menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan membaca, tetapi juga menjadi jalan membangun kualitas sumber daya manusia yang mampu menghadapi perkembangan zaman. Karena itu, Kepala Dinas Perpustakaan Majene berkomitmen hadir mendukung gerakan literasi melalui langkah nyata yang bersifat kolaboratif.

Beliau mengatakan bahwa manfaat literasi bagi masyarakat sangat besar, mulai dari meningkatkan kemampuan berpikir kritis, hingga membentuk generasi yang lebih siap menghadapi tantangan sosial dan perkembangan teknologi. Beliau juga menilai budaya membaca perlu ditanamkan sejak dini agar masyarakat memiliki daya saing dan kualitas pendidikan yang lebih baik. 

Lebih lanjut ditambahkan Arman Ahmad selaku ketua program, bahwa untuk tahun 2026 ini ada 13 item kegiatan literasi yang akan dilaksanakan, mulai dari jenis lomba ataupun kegiatan pelatihan yang berkaitan dengan peningkatan literasi masyarakat terkhusus para pelajar dan mahasiswa. 


Kegiatan kolaborasi literasi ini juga didukung dari berbagai pihak,mulai dari Bank BPD SulSelBar, QK Komputer dan sejumlah pihak yang berkecimpung dalam dunia literasi. Melalui kegiatan “Literasi dan Senja”, diharapkan semangat membaca dan budaya literasi masyarakat Majene semakin tumbuh, sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, religius, kritis, dan berdaya saing. Kuncinya adalah bagaimana mendekatkan buku ke tempat orang berkumpul, dan salah satunya adalah di ruang ruang café seperti yang dilaksanakan oleh The Twilight Café. (redaksi: @rman).













Posting Komentar untuk "Menghidupkan Literasi dari Café, The Twilight Cafe Majene Bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Majene Menggelar Launching dan Dialog Literasi Bertema “Literasi dan Senja”"